PKBM Adhyaksa Tuban Gelar UPK Paket C Berbasis Online

PKBM Adhyaksa Tuban melaksanakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket C mulai Selasa (21/4/2026) hingga Sabtu (25/4/2026). Ujian akhir ini digelar dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui sistem berbasis online.

Para peserta mengerjakan soal ujian melalui website milik lembaga menggunakan ponsel masing-masing. Sistem ini diterapkan untuk mempermudah akses sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan ujian.

Kepala PKBM Adhyaksa Tuban, K.R.A.T., Cipnal Muchlip M, S.E., M.M., menjelaskan bahwa penggunaan teknologi menjadi langkah penyesuaian terhadap perkembangan zaman. Selain itu, metode ini juga diharapkan mampu membiasakan warga belajar dengan sistem digital.

“Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan teknologi. Harapannya, warga belajar tidak hanya lulus, tetapi juga siap menghadapi tantangan digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, sistem ujian berbasis online ini dikembangkan secara mandiri oleh lembaga dengan menggunakan website internal dalam bentuk learning management system. Dengan demikian, pelaksanaan ujian tidak bergantung pada aplikasi pihak ketiga.

Menurutnya, pengembangan mandiri ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas sekaligus kemandirian lembaga dalam mengelola sistem pendidikan. Selain itu, sistem tersebut juga dinilai lebih fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.

Penerapan sistem online juga dinilai lebih efektif dalam pengelolaan ujian, baik dari sisi waktu maupun administrasi. Bahkan, hasil ujian tidak perlu melalui proses koreksi manual karena sistem secara otomatis menghasilkan nilai. Setelah menyelesaikan soal, para warga belajar juga dapat langsung mengetahui hasil nilai yang diperoleh. Hal ini dinilai mampu memberikan transparansi sekaligus umpan balik cepat bagi peserta.

Pelaksanaan UPK Paket C ini menjadi tahapan penting bagi warga belajar dalam menyelesaikan pendidikan kesetaraan setara jenjang SMA. Hasil ujian nantinya akan menjadi salah satu penentu kelulusan peserta.

Pada akhirnya, pendidikan kesetaraan tidak lagi dipandang sebagai alternatif semata, tetapi bagian dari sistem pendidikan yang terus beradaptasi. Warga menunggu sejauh mana inovasi ini benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran di lapangan.

Kabar Sekolah Lainnya

Download App pkbmadhyaksatuban

Nikmati Cara Mudah Sekolah