Tentang Kursus
Kumpulan soal tersebut berfokus pada kemampuan peserta didik memahami unsur intrinsik dan ciri teks cerita imajinasi, seperti tema, tokoh, penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan amanat. Beberapa soal menguji kemampuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur yang tidak termasuk dalam struktur teks, mengenali ciri-ciri cerita fantasi, serta membedakan antara cerita imajinasi dengan narasi nyata. Selain itu, soal-soal tersebut juga memuat penggalan teks untuk melatih peserta didik menentukan bagian alur seperti orientasi, komplikasi, maupun resolusi. Peserta didik juga diuji dalam memahami penggunaan kata ganti, makna ungkapan, amanat moral dari cerita rakyat atau fabel, serta keanehan yang menjadi ciri fantasi, misalnya hewan dapat berbicara. Ada pula soal yang mengukur kemampuan menentukan latar, baik berupa waktu, tempat, maupun suasana berdasarkan kutipan cerita.
Paragraf lainnya menjelaskan soal-soal yang menguji penalaran dalam konteks cerita, seperti menentukan tokoh utama, sifat tokoh (baik hati, penipu, atau pelupa), serta memahami struktur cerita dari awal hingga akhir. Penggalan cerita tentang kucing dan tikus, Beruang dan Lebah, Malin Kundang, serta Harry Potter digunakan sebagai dasar untuk mengidentifikasi watak tokoh, amanat, dan bagian alur. Di sisi lain, beberapa soal menguji pemahaman dasar mengenai konsep literasi seperti ide pokok paragraf dan hubungan antara teks dan konteks sosialnya. Secara keseluruhan, seluruh soal bertujuan mengukur kompetensi peserta didik dalam menganalisis cerita imajinasi secara menyeluruh—baik dari struktur, isi, pesan, maupun unsur kebahasaan—sehingga menghasilkan pemahaman utuh terhadap teks fiksi.